Jumat, 08 April 2011

ILMU MENURUT AGAMA ISLAM


Islam adalah agam yang mengutamakan sebuah ilmu, dalam islam diwajibkan bagi setiap seorang muslim untuk menuntut ilmu. Jewajiban itu ditujukan oleh individu setiap orang. Didalam hadits nabi berkata :
طلب العلم فريضة علي كل مسلم ( رواه إبن ماجه )
Hal ini juga dapat dilihat pada ayat pertama surat al alaq :
إقرأ باسم ربك الذي خلق ( العلق : )
            Sedangkan nabi adalah orang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis ), maka iqra diatas adalah baca dan bacakanlah, pelajari dan ajarkanlah. Para mufassirin termasyhur menjawab (bahwa yang harus dibaca) ialah :
1.      Al Qur’an (Ibnu Abbas, Al Qurtubi )
2.      Ma yuha ilaika : apa yang di wahyukan kepadamu (al Qosim,al Hanafi, al andalusi, dan al jamal)
3.      Ma yula amamaka :apa yang di tilawatkan di depanmu, dan menyimak apa-apa yang telah di tilawatkan itu.
4.      Ma unzila ilaika minal Qur’an (al Qurtubi)
Di ayat pertama al alaq di sana tidak di sebutkan maful nya jadi disanana tidak di sebutkan apa yang di bacanya, maka dari itu tuhan menyuruh kepada manusia untuk membaca segala sesuatu tidak terkecuali entah dari ilmu keagamaan, umum dan yang lainnya.
      Selain belajar ilmu-ilmu yang termaktub dalam al-Qur’an dan al-Hadits atau biasanya disebut ayat qouliyah (akan mnenghasilkan ilmu-ilmu agama seperti fiqih, tafsir, akhlak, tasawwuf dan lain-lain) seorang muslim juga dianjurkan mempelajari ilmu-ilmu yang bersifat kauniyah (kejadian –kejadian alam maupun yang lainnya, dan akan menghasilkan ilmu-ilmu seperti ilmu astronomi, ilmu bumi, ilmu sosial dan lain-lain). Selain itu dalam Al-Qur’an Allah berfirman bahwa derajat orang berilmu sangat tinggi melebih seorang abid (orang yang ahli beribadah). Dalam fathul Barri disebutkan bahwa : Allah meninggikan derajat orang Mu’min yang alim daripada orang mu’min yang tidak alim, meniggikan derajat disini menunjukan kepada al-Fadlu.
      Keutamaan di sini dimaksud bahwa orang yang beribadah dengan ilmu dengan orang yang beribadah tanpa tahu ilmunya akan berbeda nlainya dari segi pahala yang diperoleh. Allah berfirman dalam surat al Mujadalah ayat  :11)
يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوالعلم درجات (المجادلة :11 )
Yan zang artinya : allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetauan beberapa derajat.
Setelah itu pada ayat 4-5 pada surat al-alaq :
الذي علم بالقلم, علم الانسان مالم يعلم

Disamping lidah untuk membaca , tuhan pun menakdirkan pula bahwa dengn pena lmu  dapat dicatat , dapa pula diartikan dengan sarana dan usaha . Dari ayat diatas kita dapat menjelaskan dua cara yang   Allah SWT. Dalam mengajarkan manusia, pertama melalui pena yang kedua melalui pengajaran secara langsung tampa alat. Cara yang kedua ini disebut ilmu laduni.
      Allah melengkapi manusia dengan pendengaran, penglihaan, akal dan hai. Jadi ilmu dapat diperoleh dengan pendengaran, penglihatan, kemudian diproses dalam pikiran, sedangkan hati untuk menimbang apakah ilmu itu dapa mendekakan diri kepada allah atau bahkan menjauhkannya.
      Dalam pendidikan islam dapa diukikan bahwa perintah Al qur’an dan Hadist tentang menuntut ilmu tidaklah terbatas pada ajaran ajaran syari’ah tertentu, tetapi juga mencakup setiap ilmu yang berguna bagi manusia. Untuk melakukan hal itu, harus ditunjukan dan didefinisikan kewajiban tujuan seorang muslim dalam kehidupan di dunia ini. Allah melalui kitabnya Al-Qur’an telah menegaskan bahwa semuanya akan kembali kepada pencipta. Dengan demikian tujuan manusia adalah mendekatkan diri kepada allah dan memperoleh ridhonya. Segala sesuatu yang mendekatkan kepada tuhan dan petunjuk-petunjuk kepada arah tersebut adalah terpuji. Ilmu hanya berguna jika dijadikan alat untuk mendekatkan kepada allah, jika tidak, maka ilmu akan menjadi penghalang besar.
      Jadi tujuan yang sebenarnya adalah bahwa ilmu itu untuk mendekatkan diri pada Allah , contohnya melalui ilmu tentang bumi (bagaimana langit diciptakan)) membuat kita semakin menambah keimanan kita pada Allah.
      Al-Qur’an menjelaskan bahwa fungsi penciptaan manusia di alam ini adalah sebagai kholifah. Untuk melaksanakan fungsi ini Allah SWT membekali manusia dengan seperankat potensi dalam artian berkemampuan menciptakan sesuatu yang berguna untuk dirinya, masyarakat dan lingkungan.
      Manusia dicptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah (wakil Allah) maka Allah elengkapi manusia dengan fikiran, berbeda dengan malaikat yang tidak mempunyai nafsu dan tidak diberi kemampuan (tentang ilmu) hal ini dapat dilihat dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 31-32 “dia (allah)nmengajarkan pada nabi Adam nama-nama (benda-benda) semuanya kemudian dia mengemukakannya kepada malikat seraya berfirman, “sebutkanlah kepada ku nama-nama benda itu jika memang orang-orang yang benar (menurut dugaanmu)” mereka (malaikat) menjawab “maha suci allah tiada pengetahuan kecuali yang telah engkau ajarkan. Sesungguhnya engkau maha mengetahui dan maha bijaksana.

Template by : InspirationBlog zmubarok.blogspot.com